Komunitas pemerhati lingkungan, Jambak Sea Turtle Camp bersama dengan bersama beberapa mahasiswa dari UNP mengadakan tindakan cabut paku di pohon session III, Kamis (21/2).
Tindakan cabut paku ke III kesempatan ini, dikerjakan di selama jalan Khatib Sulaiman dari Simpang presiden sampai Masjid Raya Sumbar. Dari tindakan itu Fati Hariyose (39) penggerak serta ketua pelaksana tindakan sukses menghimpun 4 kg paku yang ukuran 2 cm sampai 12 cm.
"Pergi dari keprihatinan jika di jalanan Kota Padang terdapat banyak iklan-iklan sedot WC, layanan sumur bor, bahkan juga foto-foto calon legislatif yang tertancap di pohonlah yang melatarbelakangi tindakan ini," tutur Yose yang pendiri Jambak Sea Turtle Camp.
Ditambahkan Yose, Padang menjadi Kota peraih Adipura serta Sumbar peraih Adiwiyata harusnya tidak tutup mata dengan perihal remeh ini.
Baca juga : Sedot WC Buntu Makassar
"Walau sebenarnya Perdanya telah ada, dilarang menempatkan pengumuman atau apa pun di pohon dan mengikat pohon dengan kuat memakai tali. Ditambah lagi waktu tindakan tempo hari masih tetap ada paku yang ditancapkan di pohon yang diameternya kecil hingga membuat pohon itu mati. Itupun lepas dari perhatian," papar Yose, Kamis (21/2).
Dia mengharap dengan digerakkannya tindakan ini, dapat jadi program yang kontiniu di Kota Padang nanti oleh siapa saja yang perduli dengan lingkungan.
"Kami mengharap tindakan ini tidaklah sampai di tempat ini saja, serta bisa memberikan inspirasi siapa saja yang lihat hingga terdorong hatinya untuk pun menjada lingkungan di Kota kita terkasih ini. Ditambah lagi pemerintah dapat jadikan ini menjadi pelecut. Tujuan kita, dalam tempo berkala 1-2 km jalan sukses dibikin bersih dari paku-paku yang menancap di pohon," kata aktivis yang belakangan ini mendapatkan penghargaan Kalpataru sebab sumbangsihnya selamatkan penangkaran penyu di Pantai Pasir Jambak.
Selanjutnya katanya, pemerintah dapat berjalan sekurang-kurangnya dengan menempatkan baliho tidak bisa menancapkan paku di pohon untuk kebutuhan apa pun.
Seirama dengan Yose, Fakhrur Rozi sebagai perwakilan dari Himatel STTIN begitu menanggapi positif tindakan yang digagas oleh Jambak Sea Turtle camp ini.
"Pekerjaan yang memberikan inspirasi anaak muda untuk ikut serta bertindak dalam pemeliharaan lingkungan. Harapannya masing-masing universitas, nantinya ikut berperan serta. Tak perlu jauh-jauh cukuplah daerah di seputar universitas saja dahulu sebab perihal ini butuh perhatian kita bersama dengan," kata mahasiswa asal Kota Solok ini. (h/mg-yes)

Comments
Post a Comment